TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terus memperkuat persiapan menghadapi momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Hal ini disampaikan Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara, Dr. Bustan, S.E., M.Si., setelah mengikuti Rapat Koordinasi Pengamanan Nataru yang dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melalui konferensi virtual, Kamis (11/12/2025).

Dalam arahannya, Mendagri menekankan bahwa peningkatan aktivitas masyarakat di akhir tahun membuat pengawasan keselamatan publik harus diperketat. Salah satu perhatian utama adalah insiden kebakaran Gedung PT Terra Drone di Jakarta, yang menjadi pengingat pentingnya kepatuhan terhadap standar keselamatan bangunan.
“Kejadian tersebut menunjukkan bahwa kelalaian dalam penerapan standar keselamatan dapat berakibat fatal. Semua bangunan publik harus dipastikan memiliki Sertifikat Laik Fungsi,” tegas Mendagri.
Ia juga mengingatkan bahwa aturan terkait keselamatan bangunan telah jelas diatur dalam PP No. 16 Tahun 2021, serta menekankan bahwa pemerintah daerah wajib memberikan tindakan tegas bila ditemukan pelanggaran.
Kaltara Perkuat Koordinasi Lintas Instansi
Menanggapi hal tersebut, Dr. Bustan memastikan Pemprov Kaltara segera mengoptimalkan pengawasan, khususnya terhadap bangunan dan fasilitas umum yang akan ramai dikunjungi masyarakat pada masa libur Nataru.
“Kami sudah menginstruksikan perangkat daerah untuk melakukan pengecekan menyeluruh, baik dari sisi kelistrikan, sistem proteksi kebakaran, hingga jalur evakuasi,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan daerah tidak hanya bergantung pada satu instansi, tetapi membutuhkan sinergi seluruh sektor.
“Seluruh perangkat daerah bergerak bersama. Tujuan kami satu: memastikan warga Kaltara merayakan Nataru dalam suasana yang aman, tertib, dan nyaman.”
Dengan peningkatan pengawasan, koordinasi intensif, dan penerapan aturan keselamatan secara konsisten, Pemprov Kaltara menegaskan kesiapannya menghadapi dinamika libur akhir tahun dan mengutamakan keamanan masyarakat di seluruh wilayah.







