TANJUNG SELOR — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) mulai memberi perhatian khusus terhadap rencana pengusulan tokoh daerah sebagai Pahlawan Nasional. Komitmen ini ditegaskan dalam Rapat Pembahasan Rencana Pengusulan Calon Pahlawan Nasional yang digelar di Ruang Rapat Wakil Gubernur, Lantai 3 Kantor Gubernur Kaltara, Senin (1/12).

Rapat dipimpin Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, S.E., M.Si, dan dihadiri Kepala Dinas Sosial Kaltara, Dr. Obed Daniel LT, S.Hut., MM, bersama tim kajian sejarah.
Wagub Ingkong menekankan bahwa Kaltara memiliki peluang yang sama seperti provinsi lain untuk mengusulkan figur pahlawan nasional, asalkan didukung bukti sejarah yang sahih dan memenuhi seluruh ketentuan hukum yang berlaku.
“Kita berharap tahun depan sudah ada tokoh dari Kaltara yang layak diusulkan. Pengaruh politik dan nilai sejarahnya sangat penting bagi daerah,” ujar Ingkong.
Ia juga meminta tim kajian melakukan penelusuran lebih komprehensif, termasuk menghimpun dokumentasi sejarah, arsip perjuangan, dan jejak pengabdian tokoh daerah yang berpotensi diusulkan.
Saat ini, Kaltara menjadi satu-satunya provinsi di Kalimantan yang belum memiliki pahlawan nasional. Sementara provinsi tetangga telah memiliki tokoh yang ditetapkan pemerintah pusat.
Kalbar: Raden Tumenggung Abdul Kadir Setia, dr. Raden Rubini Natawisastra
Kalsel: Pangeran Antasari, Brigjen TNI (Purn) Hasan Basry, KH Idham Chalid, Pangeran Mohammad Noor
Kalteng: Tjilik Riwut
Kaltim: Sultan Aji Muhammad Idris
Dengan mulai disusunnya kajian awal ini, Pemprov berharap langkah tersebut bisa menjadi sejarah baru untuk Bumi Benuanta.







