TANA TIDUNG — Suasana belajar di SMA Negeri 1 Tana Tidung, Kamis (17/7), berjalan seperti biasa. Guru menyampaikan materi pelajaran, siswa pun antusias mengikuti. Namun, tiba-tiba saja suasana berubah menegang — sirene meraung keras, pertanda simulasi gempa bumi dimulai.

Begitu bunyi peringatan terdengar, siswa yang sebelumnya telah dibekali pelatihan tata cara menghadapi bencana langsung bereaksi cepat. Mereka sigap berlindung di bawah meja, sesuai prosedur standar saat gempa terjadi. Tak lama kemudian, tim evakuasi sekolah bergegas masuk ke kelas, mengarahkan para siswa dan guru keluar menuju area terbuka yang lebih aman.

Simulasi berjalan nyaris seperti kejadian nyata. Salah satu siswa — yang berperan sebagai korban — dilaporkan tertimpa reruntuhan. Tim evakuasi dengan sigap menandu korban keluar dari gedung dan membawanya ke titik aman. Semua dilakukan sesuai skenario latihan yang dirancang untuk membangun kesiapsiagaan di lingkungan sekolah.

“Simulasi ini bagian dari rangkaian kegiatan SPAB (Satuan Pendidikan Aman Bencana) yang kami laksanakan di SMA 1 Tana Tidung,” kata Zainudin, S.Hut, Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Kaltara.

Menurutnya, latihan ini bukan sekadar formalitas. “Kami ingin memastikan bahwa setiap unsur di sekolah, baik siswa, guru, komite, bahkan perangkat desa, RT, hingga pihak puskesmas, memahami peran masing-masing saat bencana terjadi,” jelas Zainudin.

Kegiatan ini diikuti 30 peserta dengan empat materi utama, yaitu:

  1. Pengenalan Risiko Bencana di Tana Tidung

  2. Tiga Pilar SPAB: Fasilitas Aman Sekolah, Manajemen Bencana di Sekolah, dan Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana

  3. Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana

  4. Simulasi Evakuasi Gempa Bumi

Materi disampaikan oleh tim BPBD Kaltara dan BPBD Kabupaten Tana Tidung, dengan harapan siswa dan seluruh elemen sekolah memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai saat menghadapi bencana.

“SPAB bukan hanya soal teori. Lewat simulasi ini, kami ingin menumbuhkan budaya tanggap bencana di sekolah. Karena bencana bisa terjadi kapan saja, dan kesiapanlah yang menyelamatkan,” pungkas Zainudin.

Iklan